07.33
Wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai pola pikir dan sikap yang berdasarkan atas Pancasila dan UUD 1945 mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, mencerdaskam kehidupan bangsa, melindungi segenap bangsa Republik Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta berperan aktif dalam pergaulan dunia. Setiap manusia harus memahami ideologi negara yang melekat pada diri mereka. Karena itu sebagai penyaring diri kita terhadap budaya barat yang terkadang menyimpang dari norma - norma Ideologi Pancasila.
Perkembangan globalisasi yang kian hari semakin maju mempermudah masyarakat masuk dalam budaya luar negri. Karena jika ditinjau dari artinya globalisasi adalah
suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara
saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain
yang melintasi batas negara. Arus globalisasi ini dapat secara tidak langsung melunturkan kebudayaan Indonesia. Globalisasi memengaruhi hampir semua aspek
yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan
dapat diartikan sebagai nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat
ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai
hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek
kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Melalui internet saja seseorang sudah bisa mengakses berbagai konten di seluruh dunia, maka tidak heran jika di jaman sekarang tingkat nasionalisme seseorang berbeda pada jaman dulu. Globalisasi sebagai sebuah gejala
tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga
menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat semenjak lama.
Akibat cepatnya perkembangn globaliasasi
menyebabkan kebudayaan luar terutama budaya barat menyebar ke berbagai
negara, termasuk Indonesia. Bangsa Indonesia cenderung menerima dan
menerapkan budaya barat pada kehidupannya terutama anak muda. Mereka
menerapkan kebudayaan Barat tanpa memilih dan menyaring mana yang biak
dan yang pantas diambil, namun cenderung meniru pergaulan ala barat.
Nilai dan norma mulai bergeser bahkan lambat laun nilai budaya asli
Indonesia akan hilang. Perlu sikap kritis untuk menghadapi globalisasi
agar yang baik bisa kita terima dan tanamkan, sedangkan yang kurang baik serta merusak budaya bangsa Indonesia bisa kita hindari. Globalisasi
bisa kita jadikan sebagai sarana atau pedoman untuk pembangunan negara
bukan untuk merusak budaya bangsa.
Jangan sampai budaya barat
menggantikan kepribadian bangsa Indonesia terutama anak muda sebagai
penerus bangsa. Sehingga untuk mencapai jati diri penggerak wawasan perlu adanya wawasan kebangsaan yang kuat.
Mari kita selalu merekam pada otak kita bahwa wawasan kebangsaan itu sangat penting demi keutuhan sebuah bangsa dan penggerak kemajuan sebuah negara.
untuk mencapai Jatidiri Penggerak Wawasan perlu adanya wawasan kebangsaan..gini kan ?
BalasHapusiya benar. maaf artikel masih belum sempurna.
Hapus