Jati Diri Penggerak Wawasan

Mewujudkan negara maju bebas dari ketertinggalan

Jati Diri Penggerak Wawasan

Mewujudkan negara maju bebas dari ketertinggalan

Jati Diri Penggerak Wawasan

Mewujudkan negara maju bebas dari ketertinggalan

Jati Diri Penggerak Wawasan

Mewujudkan negara maju bebas dari ketertinggalan

Jati Diri Penggerak Wawasan

Mewujudkan negara maju bebas dari ketertinggalan

Rabu, 18 September 2013

Pentingnya Wawasan Kebangsaan Pembentuk Jati Diri Bangsa

Wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai pola pikir dan sikap yang berdasarkan atas Pancasila dan UUD 1945 mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, mencerdaskam kehidupan bangsa, melindungi segenap bangsa Republik Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta berperan aktif dalam pergaulan dunia. Setiap manusia harus memahami ideologi negara yang melekat pada diri mereka. Karena itu sebagai penyaring diri kita terhadap budaya barat yang terkadang menyimpang dari norma - norma Ideologi Pancasila.

Perkembangan globalisasi yang kian hari semakin maju mempermudah masyarakat masuk dalam budaya luar negri. Karena jika ditinjau dari artinya globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Arus globalisasi ini dapat secara tidak langsung melunturkan kebudayaan Indonesia. Globalisasi memengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Melalui internet saja seseorang sudah bisa mengakses berbagai konten di seluruh dunia, maka tidak heran jika di jaman sekarang tingkat nasionalisme seseorang berbeda pada jaman dulu. Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat semenjak lama.

Akibat cepatnya perkembangn globaliasasi menyebabkan kebudayaan luar terutama budaya barat menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Bangsa Indonesia cenderung menerima dan menerapkan budaya barat pada kehidupannya terutama anak muda. Mereka menerapkan kebudayaan Barat tanpa memilih dan menyaring mana yang biak dan yang pantas diambil, namun cenderung meniru pergaulan ala barat. Nilai dan norma mulai bergeser bahkan lambat laun nilai budaya asli Indonesia akan hilang. Perlu sikap kritis untuk menghadapi globalisasi agar yang baik bisa kita terima dan tanamkan,  sedangkan yang kurang baik serta merusak budaya bangsa Indonesia bisa kita hindari. Globalisasi bisa kita jadikan sebagai sarana atau pedoman untuk pembangunan negara bukan untuk merusak budaya bangsa.

Jangan sampai budaya barat menggantikan kepribadian bangsa Indonesia terutama anak muda sebagai penerus bangsa. Sehingga untuk mencapai jati diri penggerak wawasan perlu adanya wawasan kebangsaan yang kuat.
Mari kita selalu merekam pada otak kita bahwa wawasan kebangsaan itu sangat penting demi keutuhan sebuah bangsa dan penggerak kemajuan sebuah negara.


Senin, 16 September 2013

Nasionalisme sebagai Landasan Penggerak Wawasan



Indonesia telah merdeka 68 tahun, tepat pada 17 Agustus 1945 Indonesia mencoba berdiri dan membangun negeri yang berkembang dengan mandiri. Bangsa ini harus bekerja lebih cerdas agar menjadi bangsa yang benar - benar mandiri dari segi sektor perekonomian maupun sektor lainnya. Namun belakangan ini berbagai kalangan mulai menelaah perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya di Indonesia yang semakin memprihatinkan. Dan ini semakin terlihat ketika mulai memudarnya semangat nasionalisme pada setiap warga negara. Apalagi jika kehilangan wawasan kebangsaan sebagai penggerak wawasan yang akan mendorong munculnya perpecahan.

Apalagi ditunjang dengan semakin naiknya harga barang - barang kebutuhan pokok yang semakin memperburuk perekonomian rakyat. Keterbatasan pemahaman bangsa Indonesia tentang berbangsa dan bernegara semakin melunturkan semangat nasionalisme sebagai bangsa Indonesia.

Selain itu juga dipicu oleh tindakan korupsi yang sering dilakukan oleh pejabat negara. sehingga memunculkan ketidakpercayaan rakyat Indonsia terhadap Pemimpin Negara dan pejabat di dalamnya. Ini akan memicu timbulnya aksi demo dan permecahan bangsa Indonesia. Belum lagi juga masih banyak masyarakat yang kesejahteraannya sangat minim.

Karena itu perwujudan dan pengutamaan wawasan nasionalisme sangatlah penting dan harus segera dilaksanakan. Jika tidak maka perwujudan NKRI yang bercita-cita kearah lebih maju dan lebih baik hanya menjadi mimpi bahkan hilang.

Minggu, 15 September 2013

Pemuda Sebagai Penggerak Wawasan




Dari beberapa kasus dapat kita simpulkan bahwa sebagai penggerak wawasan kita harus memiliki sifat dan tekad sebagai berikut:
1. Pemuda yang menjadi pemimpin. Hal ini adalah utama karena jika jiwa kepemimpin sudah ada maka dia akan lebih mampu mengajak masyarakat ke arah perubahan dan mengembangkan wawasannya dengan gagasan untuk perubahan sebuah negara.
2. Berjiwa nasionalisme dan patriotisme. Nasionalisme itu adalah adanya jiwa nasional, kebangsaan kepada negaranya. Patriotisme adalah jiwa kepahlawanan untuk membela negaranya. Jadi jika jiwa kebangsaan dan kepahlawanan sudah melekat pada diri seseorang mereka akan lebih gigih dalam membangun negara yang lebih maju.
3. Tidak mementingkan diri sendiri dan selalu mementingkan orang lain. Dasar sebagai pemimpin bangsa itu harus mendahulukan kepentingan bersama diatas segala-galanya karena nasib rakyat ada di tangan pemimpin.
4. Berani mengambil langkah demi perubahan lebih maju dan berani pula menanggung akibatnya. Prinsip ini juga tidak kalah pentingnya karena biasanya seorang pemimpin yang sukses yaitu beliau yang tidak sulit dalam mengambil keputusan agar sesuatu itu berjalan cepat dan lebih maju. Namun hal ini juga di dorong oleh kondisi rakyat dan lingkungan.
5. Tidak mudah terpengaruh  oleh perkembangan jaman. Harus dapat menyaring semua efek negatif akibat globalisasi. Jaman dulu seseorang selalu memiliki sopan santu, ramah, berbudi luhur, kegototong royongan, berpengabdian tinggi, cinta damai, dan penuh toleransi. Namun sekarang seiring masuknya budaya barat  semua sifat itu mulai luntur mungkin hanya sebagian masyarakat berkepribadian seperti itu.